Overblog
Edit post Follow this blog Administration + Create my blog

Sinopsis Novel  Surat Kecil Untuk Tuhan

Sinopsis Novel “Surat Kecil Untuk Tuhan”

Sinopsis Novel Surat Kecil Untuk Tuhan” - Surat Kecil Untuk Tuhan adalah sebuah novel karya Agnes Davonar yang menceritakan tentang perjuangan seorang gadis remaja melawan kanker ganas. Gadis itu bernama Gita Sesa Wanda Cantika yang biasa dipanggil Keke, ia berusia 13 tahun. Keke divonis mengidap penyakit kanker jaringan lunak salah satu penyakit kanker lunak yang pertama kali terjadi di Indonesia. Kanker itu menyerang wajahnya dan membuat parasnya yang cantik menjadi seperti monster, dokterpun mengatakan kalau hidupnya hanya tinggal beberapa bulan saja. Mendengar vonis tersebut ayah Keke tidak menyerah, ia berjuang agar Keke dapat lepas dari vonis kematian. Perjuangan sang ayah menyelamatkan putrinya begitu mengharukan, Keke menyadari hidupnya akan berakhir kemudian menuliskan sebuah surat kecil untuk Tuhan. Tuhan memberikan anugerah kepada Keke, ia mampu bertahan bersama kanker itu selama tiga tahun lamanya walau pada akhirnya ia menyerah.

A. Unsur Intrinsik Novel “Surat Kecil Untuk Tuhan”

1. Tema : Perjuangan seorang gadis melawan kanker. 2. Penokohan :

  • Keke : Pantang menyerah, baik, pandai, cantik.

“Selamat, hasil ujian Keke nilainya bagus. Keke terbaik ketiga di kelas!” (halaman 199)

  • Ayah Keke : Sabar, baik, selalu berusaha.

“Tapi ayah tidak menyerah begitu saja.” (halaman 131)

  • Fadha : Percaya diri, tomboy, baik.

“Walaupun dia berbadan gemuk, dia mempunyai PD alias percaya diri yang tinggi dan agak tomboy.” (halaman 14)

  • Andi : Tampan, sabar, dan baik.

“Dia merupakan sosok pria yang tampan, dan hobi bermain basket.” (halaman 16)

3. Latar : a. Waktu :

  • Pagi hari : “Suara kicau burung di pagi hari, terdengar menembus langit-langit kamarku.” (halaman 5)
  • Siang hari: “ Cuaca siang yang panas membuat aku sedikit lemah pada saat itu, tapi aku tidak ingin menunjukan kepada timku.” (halaman 34)
  • Malam hari: “Malam hari ketika aku bangun, ayah, kak Chika, dan kak Kiki mengajak aku makan malam diluar sambil mencari angin segar.” (halaman 119)

b. Tempat :

  • Jakarta : “Kamipun membeli rambut palsu WTC ternama di Jakarta.” (halaman 7)
  • Bandung : “Suasana berubah seketka kami memasuki kota Bandung.” (halaman 179)
  • Singapura: ” Setelah sepanjang malam kami berjalan dan Menikmati kota Singapura, tubuhku terasa letih dan tak kuat berjalan kembali menuju rumah sakit.” (halaman 171)

4. Alur : maju Tahapan alur : a. Pengenalan Keke adalah seorang anak yang cantik dan pandai, ia suka bermain volley. Ia juga memiliki banyak kawan dan tentunya memiliki keluarga yang bahagia walaupun ayah dan ibunya telah berpisah, namun ia selalu bahagia dengan apa yang ia miliki. b. Pemunculan Konflik Kak Kiki kakaknya Keke menderita sakit mata, memang pada saat itu sakit mata sedang banyak menyerang siswa disekolah Keke. Dan pada saat itu juga ternyata Keke tertular penyakit mata itu, sehingga mata Keke membengkak. Awalnya memang bengkak biasa, namun lama kelamaan bengkak itu makin membesar sampai wajah Kekepun ikut membesar. Dan dokterpun memvonis bahwa Keke mengidap penyakit kanker jaringan lunak yang amat ganas.

c. Konflik Memuncak Lama-lama kanker itu mulai melemahkan Keke, tapi ayah Keke terus berusaha untuk menyembuhkan Keke. Setelah melakukan pengobatan alternatif kesana kemari, keadaan Keke tak kunjung membaik. Hingga akhirnya Keke bertemu dengan seorang profesor yang hebat. Kemudian Keke melakukan pengobatan kemoterapi. Kemoterapi ini berhasil, walaupun Keke harus meraskan dingin dan rambutnya yang berguguran. d. Penurunan Konflik Kanker tersebut sempat hilang, namun kanker itu datang kembali dan semakin menyebar. Namun ayah Keke terus berusaha. Disisi lain Keke terus berusaha untuk membahagiakn orang disekitarnya. Ia pun mulai menyadari bahwa hidupnya takkan lama lagi. Ia makin rajin belajar karna ia ingin tetap belajar pada detik-detik terakhir dihidupnya. e. Penyelesaian Setelah berusaha sedemikian kerasnya dengan tak ada hasil, maka ayah Keke mulai merelakan Keke jika Keke harus pergi meninggalkannya. Saat Keke dirawat di rumah sakit, Keke sempat koma untuk beberapa lama, dan sempatterbangun dari komanya. Namun setelah itu ia kembali tertidur dengan tenang untuk selamanya. Ayah dan keluarga yang lain telah merelakan kepergian Keke. Dan pada saat Keke memejamkan mata, seluruh ruangan rumah sakit tempat dimana Keke dirawat harum bunga melati.

5. Amanat :

  1. Dalam menghadapi sebuah cobaan seberat apapun itu, kita harus tetap berusaha untuk bangkit dan tak menyerah.
  2. Tetap rajin belajar dan menuntut ilmu pada keadaan apapun selama kita masih mampu untuk bernafas.
  3. Tetap berusaha untuk membahagiakan orang yang kita sayangi dan orang-orang yang ada disekeliling kita.

6. Sudut Pandang Orang pertama “Tapi sepertinya bila aku terus tertidur, matahari akan marah padaku.”

Tag(s) : #edukasi

Share this post

Repost0